Pemkab Barsel Ajukan Penambahan Kuota Pertamax, Antrean Panjang SPBU Jadi Sorotan
Pemkab Barsel ajukan tambahan kuota Pertamax di Buntok untuk atasi antrean panjang dan percepat distribusi BBM masyarakat
BUNTOK (TALAWANGkota) – Asisten I Sekretariat Daerah (Setda) Kabupaten Barito Selatan (Barsel), Kalimantan Tengah, Yoga P Utomo menekankan pentingnya penambahan kuota Bahan Bakar Minyak (BBM) untuk mengatasi antrean panjang di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU).
Hal tersebut disampaikan Yoga P Utomo saat memimpin rapat koordinasi (rakor) bersama instansi terkait dan pengelola SPBU di Aula Kantor Bupati Barsel, Senin (11/5).
Menurutnya, kekurangan pasokan BBM jenis Pertamax menjadi faktor utama yang memicu antrean kendaraan dalam beberapa hari terakhir.
“Pemerintah daerah akan mengajukan penambahan kuota BBM kepada PT Pertamina (Persero) agar kebutuhan masyarakat dapat terpenuhi,” ujarnya.
Pengajuan tambahan kuota oleh pengelola SPBU, katanya, dinilai belum mencukupi kebutuhan masyarakat sehingga distribusi perlu segera diperkuat.
“Kami berharap penambahan pasokan dapat segera direalisasikan agar antrean kendaraan di SPBU tidak terus terjadi,” katanya.
Pemerintah daerah, tambahnya, juga meminta pengelola SPBU menertibkan pembelian menggunakan jeriken agar distribusi lebih tepat sasaran.
“Penertiban pelangsiran harus diperketat agar pelayanan BBM berjalan tertib dan lancar,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian dan Perdagangan (Disdagkop) Barsel, Harmito menyampaikan pihaknya akan segera menyiapkan surat rekomendasi resmi untuk penambahan kuota BBM.
“Surat rekomendasi akan kami sampaikan sebagai dasar permohonan tambahan kuota pengiriman BBM,” ujarnya.
Ia mengatakan, kelangkaan BBM terjadi akibat keterbatasan distribusi pasokan di wilayah setempat.
“Pengaturan distribusi harus berjalan tertib agar kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi,” katanya.
Ia menambahkan, aktivitas pelangsiran juga berkaitan dengan kebutuhan BBM di wilayah kecamatan yang jauh dari SPBU, terutama kawasan pinggiran Sungai Barito.
“Koordinasi ini diharapkan mempercepat penanganan kelangkaan BBM di Barsel,” tambahnya.
Sebanyak ratusan kendaraan masih terlihat mengantre di sejumlah SPBU akibat terbatasnya pasokan Pertamax dalam beberapa hari terakhir.
Kegiatan tersebut turut dihadiri perwakilan Satuan Polisi Pamong Praja Barsel, Dinas Perhubungan Barsel, Disdagkop Barsel, serta pengelola SPBU setempat. (am)
What's Your Reaction?
Like
0
Dislike
0
Love
0
Funny
0
Angry
0
Sad
0
Wow
0